Jamur merupakan salah satu penyebab penyakit
infeksi yang sering terjadi dinegara-negara tropis terutama Negara Indonesia.
Penyakit kulit akibat jamur sering timbul di tengah masyarakat Indonesia. Hal
ini dikarenakan Indonesia merupakan negara beriklim tropis dengan kelembaban
udara yang tinggi sehingga mendukung tumbuhnya jamur. Hal ini pula didukung dengan kondisi kulit yang
mudah berkeringat dan lembab, masyarakat yang masih kurang peduli akan
kebersihan lingkungan, sanitasi, serta pola hidup sehat terutama akan
kebersihan diri yang tidak terjaga dan kurangnya pengetahuan tentang kesehatan
merupakan faktor yang memungkinkan pertumbuhan jamur penyebab penyakit kulit.
Infeksi yang disebabkan oleh jamur dibagi menjadi 2 klasifikasi utama yaitu
infeksi superfisial dan sistemik. Penyakit jamur pada kulit sering disebut juga
dengan tinea. Pada infeksi jamur superfisial dimana jamur tetap dalam lapisan
keratinous kulit atau kuku. Pada kenyataannya lesi dari infeksi jamur
memiliki beberapa macam variasi dari satu lesi atau banyak dan berbentuk
lingkaran cincin ataupun bersisik (Burns et
al., 2016).
Penyakit
infeksi jamur pada kulit memang sangat
meresahkan karena dapat menganggu aktivitas serta membuat berkurangnya
rasa
kepercayaan diri.Oleh karena itu masyarakat akan melakukan
berbagai cara untuk menghilangkan infeksi jamur ini. Timbulnya penyakit
infeksi jamur pada kulit yang diderita masyarakat dan banyaknya media
yang menonjolkan produk terbaik memotivasi masyarakat untuk memilih
pengobatan sendiri sebagai salah satu cara mengatasi gejala tersebut.
Namun, penanganan yang tidak tepat penggunaan obatnya dapat membuat sebuah pengobatan menjadi tidak efektif. Pada pelaksanaannya pengobatan sendiri atau disebut dengan swamedikasi dapat menjadi sumber terjadinya kesalahan pengobatan karena keterbatasan pengetahuan masyarakat akan obat dan penggunaannya. Dalam hal ini apoteker akan membantu masyarakat dalam memberikan informasi yang tepat sehingga kesalahan dalam pengobatan dapat di minimalisir dan meningkatkan efektifitas dari penggunaan obat itu sendiri
Daftar Pustaka :
Burns, M. A. C., T. L. Schwinghammer, B. G. Wells., P. M. Malone., J. M. Kolesar. and J. T. Dipiro. 2016. Pharmacotherapy: Principles and Practice. 4th Edition. New York: McGraw-Hill Education.



