Untuk menghindari infeksi jamur pada kulit ini,
kita harus mengenali penyebab-penyebabnya. Infeksi jamur merupakan penyakit kulit kedua setelah acne yang banyak diberitakan. Infeksi jamur
yang biasanya muncul adalah tinea pedis (Kutu
air), tinea corporis (Kadas/Kurap), tinea cruris (jamur pada selangkangan)
dan tinea versicolour (Panu). Berikut beberapa
penyebab terjadinya infeksi jamur:
- Infeksi jamur disebabkan oleh beberapa species yaitu Trichophyton, Microsorum Epidermophyton dan candida
- Perpindahan jamur dapat disebabkan oleh kontak dengan orang atau hewan yang terinfeksi walaupun kebanyakan infeksi terjadi karena kontak antara orang dengan orang.
- Kurang terjaganya kebersihan badan dan lingkungan.
- Seseorang yang mempunyai masalah kesehatan dan atau sedang menjalani terapi pengobatan yang menurunkan system imun (daya tahan tubuh).
- Faktor lingkungan seperti iklim dan adat kebiasaan dapat mempengaruhi perkembangan penyakit.
selain itu ada beberapa hal perlu diketahui oleh masyarakat yang dapat memperparah keadaan dari sebuah infeksi jamur yaitu :
- Pemakaian baju berkeringat terlalu lama
- Lipatan kulit pada tubuh
- Lingkungan yang lembap dan panas
- Sirkulasi lingkungan yang tidak baik
- Penggunaan kolam renang umum
- Jalan tanpa alas kaki
- Orang yang terkena penyakit diabetes melitus
- Gizi buruk, dan
- Penurunan daya tahan tubuh
(Burns et al., 2016; Blenkinsopp et al., 2014;
BPOM RI, 2012)
Daftar Pustaka:
Blenkinsopp, A., P.
Paxton., and J. Blenkinsopp. 2014. Symptomps
in The Pharmacy: A Guide to Management of Common Illnes. 7th Edition. United Kingdom:
Blackwell Publishing Ltd.
BPOM RI. 2012. Seri Swamedikasi 6: Infeksi Jamur
Pada Kulit. InfoPOM. Vol 13 (6). pp:
9-11.
Burns, M. A. C., T. L.
Schwinghammer, B. G. Wells., P. M. Malone., J. M. Kolesar. and J. T. Dipiro.
2016. Pharmacotherapy: Principles and
Practice. 4th Edition. New York: McGraw-Hill Education


Tidak ada komentar:
Posting Komentar