Batasan Apoteker Dalam Melakukan Swamedikasi
Apoteker dapat mencari beberapa informasi yang
diperlukan untuk mengetahui apakah pasien dapat diswamedikasi atau dirujuk
kedokter. Pencarian informasi oleh apoteker dapat dilakukan dengan menggunakan
beberapa pertanyaan yang mengacu pada hal-hal yang digunakan sebagai
pertimbangan antara lain gejala yang terlihat pada tingkat keparahan ringan dari pasien berupa kulit yang berubah warna dengan batasan yang jelas, gatal,
memerah dan tanpa luka; apabila infeksi yang diderita pasien tidak lebih dari 2
tempat dengan jumlah yang sedikit; atau pasien menggunakan obat sebelumnya dengan
rentang waktu yang kurang. Swamedikasi yang bisa diberikan kepada pasien adalah KIE mengenai terapi non-obat dan pemerian obat OTC (Over The Counter) (Blenkinsopp et al., 2014).
Kondisi Infeksi Jamur Pada Kulit yang Memerlukan Rujukan ke dokter
Selain memberikan informasi mengenai terapi
non-farmakologi dan pemberian obat OTC, keputusan apoteker dalam menyarankan
pasien untuk dirujuk ke dokter tidaklah salah. Beberapa petimbangan yang dapat
digunakan oleh apoteker dalam menyarankan pasien agar berobat kedokter yaitu;
- Penggunaan obat yang tidak menghilangkan keluhan/ gejala selama/ setelah lama waktu pengobatan yang telah dianjurkan.
- Adanya infeksi sekunder oleh bakteri pada areal infeksi jamur yang dapat menyebabkan keluarnya air, nanah dan kulit kering berwarna kuning yang dapat menghambat pengobatan infeksi.
- Keparahan dari infeksi jamur. Apabila infeksi tidak terlalu besar dan sedikit maka bisa digunakan topikal antijamur, namun apabila infeksi terlalu luas dan banyak dapat dianjurkan ke dokter. Misalnya pada pengidap infeksi tinea pedis apabila infeksi luas hingga 4 sampai 5 jari kaki bisa dianjurkan untuk ke dokter.
- Infeksi jamur yang perlu menggunakan obat antijamut oral (diminum)
- Pasien yang memiliki komplikasi penyakit, misalnya Diabetes Melitus
(Blenkinsopp et al., 2014).
Luaran/Monitoring
Pada infeksi yang terjadi pada kulit, pasien
harus merasakan adanya pengurangan/hilangnya keluhan/gejala termasuk
gatal-gatal, bersisik dan bengkak. Terapi obat dilanjutkan selama 1 minggu
setelah gejala hilang. Apabila gejala tidak hilang/ semakin memburuk dengan
penggunaan obat topikal/oles, pasien dirujuk kedokter untuk mendapatkan
pengobatan lebih lanjut.
Gejala Infeksi jamur pada kuku biasanya hilang
lebih lambat. Infeksi pada kuku membutuhkan waktu 1 bulan lebih agar bisa lebih
baik, sehingga apoteker dapat memberikan informasi kepada pasien agar tidak
menjadi pikiran berlebih karena lambatnya pengobatan. Apoteker juga harus
memberitahukan pasien bahwa walaupun infeksi pada kuku sudah sembuh, kuku tidak
akan terlihat lebih normal (Burns et al., 2016)
Daftar Pustaka:
Blenkinsopp, A., P. Paxton., and J. Blenkinsopp. 2014. Symptomps in The Pharmacy: A Guide to Management of Common Illnes. 7th Edition. United Kingdom: Blackwell Publishing Ltd.
Burns, M. A. C., T. L. Schwinghammer, B. G. Wells., P. M. Malone., J. M. Kolesar. and J. T. Dipiro. 2016. Pharmacotherapy: Principles and Practice. 4th Edition. New York: McGraw-Hill Education.
Daftar Pustaka:
Blenkinsopp, A., P. Paxton., and J. Blenkinsopp. 2014. Symptomps in The Pharmacy: A Guide to Management of Common Illnes. 7th Edition. United Kingdom: Blackwell Publishing Ltd.
Burns, M. A. C., T. L. Schwinghammer, B. G. Wells., P. M. Malone., J. M. Kolesar. and J. T. Dipiro. 2016. Pharmacotherapy: Principles and Practice. 4th Edition. New York: McGraw-Hill Education.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar